Minggu, 05 April 2015

Penyebab Sesak Itu Ternyata Jarak..

cukup berat untuk memulai.. 
saat barisan para alfabet ini dicoba untuk disusun rapih, aku dalam keadaan yang tercekik rindu.
iya.. ter-ce-kik rindu. kurang jelas? oke.. TER-CE-KIK rindu.
aku rasa ini gaberlebihan dan memang menggabarkan keadaan 

apalah aku ini, cuma seorang cewe yang merindu berat sama sang kekasih..

Kita pasangan muda mudi yang dipertemukan di kampus oren. (sebutan kampus fisip disebuah univ. ternama di Purwokerto. iya benar! UNS*ED!)
Sama halnya seperti yang lain. Berpindah ketempat baru, jauh dari rumah, dan berpisah dengan orang tua bukanlah hal mudah untuk dijalani. 
kita sama-sama merantau ke kota orang untuk menimba ilmu, bonusnya kita berada di skenario Tuhan yang paling indah. yaitu, pertemuan.

Memiliki orang terkasih di kota rantau adalah perekat terjitu untuk membuat bertahan dalam keadaan apapun, alasan terkuat untuk membuat betah dan tidak melulu meneriakkan ingin pulang.
Proses adaptasi dengan lingkungan terasa lebih mudah dijalani. Memiliki keluarga baru yaitu teman senasib dan seperjuangan, yang dibonusi cerita indah dengan kamu..

Tersadar ketika semakin dekat dengan kontrak yang harus dijalani semasa kuliah usai. Aku bukan lagi orang yang paling beruntung, karena apa?
Hal yang ditakuti semakin mendekat. yaitu berada pada skenario Tuhan yang paling menyedihkan, Perpisahan. 
karena....
Dengan alasan apapun, untuk jangka waktu panjang atau sementara, yang namanya perpisahan itu menyedihkan..

Hubungan kita spesial, kita dipertemukan bukan di tempat kita berasal.
Untuk kalian yang berasal dari kota yang sama dan harus menjalani hubungan jarak jauh dengan alasan pendidikan atau pekerjaan, setidaknya kalian masih memiliki kesempatan untuk sesekali melepas rindu, dengan alasan untuk bertemu, yaitu pulang. Beruntunglah kalian.
Sedangkan kita, hubungan kita terjalin di kota orang, kita berasal dari kota yang berbeda. Namun, Tuhan merencakanan pertemuan dan membonuskan perasaan. Dengan alasan 'pulang' sekalipun tetap tidak pertemuan yang didapat. karena, kita tidak dari asal yang sama.

Entah harus bilang ini keberuntungan atau awal dari penyiksaan hubungan. Aku berhasil keluar dari status mahasiswa lebih dahulu dibanding kamu. 
Nyaris tiga tahun berjalan tanpa sesak. dan kini sesak sering kali hinggap karena jarak.
Semoga Tuhan selalu bersama pasangan-pasangan beda asal, yang dianugrahi perasaan di kota rantau..





                                                           aku, dengan lampu redup dan rindu yang menggebu..
                                                                                           enam, april, lima belas, 01:29